Apa itu CoreOS?


Hi bro menjelang akhir bulan september update blog dulu, baru hari ini dapet waktu free #soksibuk

pada Artikel ini mau ngebahas apa itu CoreOS walapun OS ini bukan pendatang baru di tahun 2015, mungkin belum banyak orang yang tau terutama di indonesia (maybe) :p

Mengenal CoreOS

Pengetahuan dasar tentang CoreOS. Mulai dari apa itu CoreOs sampai gambaran besar arsitekturnya. Pengetahuan dasar tentang sistem operasi linux dan LXC(Linux Container).

Apa itu CoreOS?

CoreOS adalah salah satu disribusi Linux yang diciptakan khusus untuk server. CoreOS dilengkapi dengan utilitas tambahan yang mempermudah untuk men-scale server seperti yang digunakan perusahaan internet besar seperti Google, Facebook dan Twitter.

Sebagai seorang software enginer, kita harus selalu mengansumsikan kalo server akan mengalami gangguan yang tak terduga. Nah CoreOS sendiri sudah didesain untuk mengatasi hal ini dengan arsitektur yang ditawarkan.

Gambaran besar arsitektur CoreOS

Sebagai distribusi Linux, CoreOS tidak dilengkapi dengan package manager. Melainkan tiap CoreOS secara default sudah terinstall Docker. Docker inilah yang gunanya untuk memanage Linux container akan tetapi tanpa hypervisor. Jadi bisa dibayangkan kecepatan waktu bootnya, hanya butuh sekitar miliseconds. dengan kata lain CoreOS adalah sebuah abstraksi layer dari beberapa Linux container didalamnya.

Apa itu Docker? Silakan liat di postingan sebelumnya klikdisini

1-uJOu1EPCxXJh9tqDjKJyHw

Anda bisa jalanin distribusi linux lain diatas CoreOS. Misalnya Ubuntu. Mungkin ini akan membuat bingung, tapi tiap linux container itu didesain untuk menjalankan satu fungsi saja. Hal ini disebut Service, misal hanya berjalan untuk API enpoint, caching atau load balancer.

Dalam fase produksi, biasanya ada lebih dari satu host CoreOS yang berjalan. Hal ini disebut Cluster. salah satu CoreOS yang berjalan di Cluster sering disebut Instance cluster.

1-Kz-q11rZz8ZNGCxymSRY4A

CoreOS menyediakan utilitas bernama etcd, semacam key-value store, yang digunakan untuk alat komunikasi antara masing-masing instance cluster.

CoreOS juga mempunyai utilitas yang bernama fleet. fleet merupakan utilitas yang berdasar dari systemd. Salah satu fungsinya adalah mengatur linux container mana yang berjalan. Salah satu contohnya, Misal ada kerusakan di salah satu Service, kita tinggal mengatur service mana yang akan jadi backupnya lewat konfigurasi fleetnya.

Semoga bermanfaat 🙂

Sumber & Referensi

CoreOS Cluster Docker: Lightweight Linux Containers for Consistent Development and Deployment

Fahmi

We’re still Pioneers, We Barely Begun. Our Greatest Accomplishments cannot be behind us, cause our destiny lies above us.

3 Comments

  • Taga
    June 14, 2016 at 2:48 pm

    ada tutorial install di VMWare gak bang?

  • panjidia995
    February 5, 2017 at 8:02 am

    wuih, keren bang.., lagi baca2 juga nih udah lama belajar tentang docker mau cari2 informasi tentang teknologi container yang bisa dibandingkan dengan docker. Lah saya nemu core OS tapi yang aneh di OS ini kan dia pake docker juga. Terus gimana bisa ya bang dibandingkan dengan docker yang memang pure container based virtualization ?

    makasih bang :v

    • Fahmi
      February 5, 2017 at 5:08 pm

      Hi panji, coreOS adalah salah satu system operasi yang secara default didalamnya sudah terinstall docker sebagai base teknologi container dan CoreOS dilengkapi dengan utilitas tambahan yang mempermudah untuk men-scale server bagaimana menurut panji?

      #cheers

Leave a Reply